Pertanian dalam Al Quran

Pertanian yang merangkumi tumbuhan, ternakan, perikanan dan perhutanan adalah merupakan satu sektor ekonomi yang dinamik dan dikaitkan terutamanya dengan pengeluaran makanan. Makanan adalah merupakan keperluan asas dan sebagai sebab bagi manusia dapat meneruskan kehidupan di dunia ini. Daripada perspektif Islam, pertanian adalah merupakan satu aktiviti yang penting dan perdagangan mengenainya juga penting. Ia juga satu aktiviti yang semulajadi dan sebati di dalam kehidupan manusia.

QS. AL-AN’AM : 141

“Dan Dialah (Allah) yang menjadikan (untuk kamu) kebun-kebun yang menjalar tanamannya dan yang tidak menjalar, dan pohon-pohon tamar (korma) dan tanam-tanaman yang berlainan (bentuk, rupa dan ) rasanya dan buah zaitun dan delima , yang bersamaan (warnanya atau daunnya) dan tidak bersamaan (rasanya). Makanlah dari buahnya ketika ia berbuah, dan keluarlah haknya (zakatnya) pada hari memetik atau menuainya; dan janganlah kamu melampau-lampau (pada apa-apa jua yang kamu makan atau belanjakan); sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang yang melampau-lampau”.

Allah SWT telah menciptakan berbagai-bagai jenis kebun, kerana Dialah yang telah mengeluarkan kejadian-kejadian yang hidup daripada yang mati. Di antara kebun-kebun itu ialah kebun-kebun tanaman yang melata yang ditanam dan dijaga oleh manusia dan ada pula kebun-kebun pokok dan tumbuhan liar yang tumbuh sendiri dengan kuasa Allah SWT dan subur tanpa jagaan manusia. Allah jugalah yang telah menciptakan pohon kurma dan tanaman yang beraneka warna, rasa dan rupa bentuk. Dialah yang menciptakan pokok-pokok zaitun dan delima yang serupa bentuk dan warnanya tetapi berbeza rasanya. Segala hasil pertanian yang diperoleh oleh manusia pada hari menuai hendaklah dikeluarkan haknya yaitu zakat dan juga sedekah. Walaubagaimanapun Allah SWT melarang manusia melakukan pemborosan terhadap cara mengeluarkan hak pertanian ini sama ada melalui pemberian sedekah ataupun cara makan atau menikmati hasil pertanian tersebut.

QS. AL BAQARAH : 22

“Dia lah Yang menjadikan bumi ini untuk kamu sebagai hamparan, dan langit (serta Segala isinya) sebagai bangunan (yang dibina Dengan kukuhnya); dan diturunkanNya air hujan dari langit, lalu dikeluarkanNya Dengan air itu berjenis-jenis buah-buahan Yang menjadi rezeki bagi kamu; maka janganlah kamu mengadakan bagi Allah, sebarang sekutu, padahal kamu semua mengetahui (bahawa Allah ialah Tuhan Yang Maha Esa)”.

QS. AL-AN’AM : 99

“Dan Dialah yang menurunkan air hujan dan langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan, maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau, Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang korma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah, dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman.”

QS.THAHA : 54

“Makanlah dan gembalakanlah binatang-binatangmu. Sesungguhnya pada yang demikian itu, terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi orang-orang yang berakal.”

Penting, Komunikasi dan Informasi Desa!

Perkembangan teknologi membuat akses masyarakat terhadap layanan semakin mudah. Telekomunikasipun turut mendorong gerak roda perekonomian di tanah air. Sayang, sarana dan layanan telekomunikasi ini belum bisa tersedia secara adil dan merata.

Hingga kini, pengembangan dan pembangunan sarana telekomunikasi masih terkonsentrasi di kota besar dan wilayah yang dinilai potensial oleh operator penyedia. Lihat saja, 31 ribu desa sampai sekarang belum memiliki akses telekomunikasi.

Padahala layanan telekomunikasi suara maupun data tak hanya diperlukan masyarakat perkotaan tetapi juga pedesaan. Keterjangkauan komunikasi akan sangat membantu percepatan akses informasi yang bisa menunjang berbagai sektor yang selama ini tersendat semisal transaksi ekonomi antar masyarakat.

Dengan adanya akses informasi, maka kegiatan perekonomian di daerah-daerah terpencil akan memperoleh kesempatan yang sama untuk mengembangkan potensi dan keterbukaan bisnis.

Tak mengherankan infrastruktur telekomunikasi yang bisa menjangkau desa tertinggal menjadi satu hal yang penting. Selain menjadi fasilitator yang mampu mendorong laju perekonomian, pada akhirnya membantu menanggulangi pengentasan kemiskinan yang memang terkonsentrasi di pedesaan.

Keinginan mempercepat terbukanya akses informasi dan penyediaan jasa akses telekomunikasi sebenarnya untuk mengatasi digital divide. Dengan aksesibilitas bagi setiap orang sampai ke pelosok yang terjauh, telekomunikasi bisa menjadi infrastruktur kunci pertumbuhan ekonomi.

Sayang, kebanyakan operator telekomunikasi masih lebih berorientasi pada proyek dan keuntungan.Umumnya masih belum begitu peduli dengan kontinuitas dan perkembangan penyediaan pelayanan telekomunikasi khususnya di pedesaan.

Lebih jauh menurut penelitian Center for Knowledge Societies (CKS) di Bangladesh, India, Indonesia, Filipina, dan Vietnam selama kurun waktu Mei dan Juni 2008 terungkap besarnya pasar telekomunikasi di kawasan pedesaan sebagian besar Asia Selatan dan Tenggara mencapai antara 50 persen hingga 70 persen dari total populasi.

Disebutkan pula bahwa strategi tepat bisa membuat operator menstimulus pertumbuhan ekonomi di pedesaan berbasis telekomunikasi. Sejumlah risetpun menyatakan penetrasi pelayanan bergerak sebesar 10 persen akan meningkatkan PDB sebesar 1,2 persen.

Dalam mendukung penetrasi telekomunikasi di pedesaan pemerintahpun sebenarnya sudah menggagas USO sejak 2005 namun baru terealisasi tahun ini. Program ini sejatinya pola subsidi silang supaya penyelenggara infrastruktur telekomunikasi tidak hanya mengambil keuntungan tapi ikut bertanggungjawab.

Namun disisi lain, operator telekomunikasi ternyata masih enggan menggarap pasar pedesaan. Nilai komersialnya yang rendah menjadi salah satu faktor yang membuat operator lambat melakukan penetrasi ke wilayah tersebut.

Alhasil, dalam membangun sarana telekomunikasi ke pedesaan, operator kerap melempar banyak alasan. Semisal permasalahan infrastruktur dasar yang cenderung minim, ketersediaan listrik dan jalur transportasi.

Belakangan pemerintah berani menjamin seluruh desa di Indonesia bakal terjangkau jaringan telekomunikasi pada akhir 2009. Menkominfo mengklaim paling lambat awal 2010 semua masyarakat pedesaan termasuk desa terpencil sekalipun sudah bisa menikmati jaringan telekomunikasi bahkan internet.

Sebagai catatan, untuk menyediakan jaringan (penyambungan) akses telekomunikasi dan internet untuk pedesaan tersebut pemerintah mengaku menyediakan anggaran sekitar Rp. 2 triliun di 2009.

BAHAYA DIBALIK KEMASAN MAKANAN

Kemasan makanan merupakan bagian dari makanan yang sehari-hari kita konsumsi. Sebaiknya mulai sekarang jika kita cermat memilih kemasan makanan. Kemasan pada makanan mempunyai fungsi kesehatan, pengawetan, kemudahan, penyeragaman, promosi dan informasi. Ada begitu banyak bahan yang digunakan sebagai pengemas primer pada makanan, yaitu kemasan yang bersentuhan langsung dengan makanan. Tetapi tidak semua bahan ini aman bagi makanan yang dikemasnya.

  1. KERTAS

Beberapa kertas kemasan dan non-kemasan ( kertas koran dan majalah ) yang sering digunakan untuk membungkus makanan, terdeteksi mengandung timbal ( Pb ) melebihi batas yang ditentukan. Di dalam tubuh manusia, timbal masuk melalui saluran pernapasan atau pencernaan menuju sistem peredaran darah dan kemudian menyebar ke berbagai jaringan lain, seperti : ginjal, hati, otak, saraf dan tulang. Keracunan timbal pada orang dewasa ditandai dengan gejala 3P, yaitu pallor ( pucat ), pain ( sakit ), dan paralysis ( kelumpuhan ). Keracunan yang terjadipun bisa bersifat kronis dan akut. Untuk terhindar dari makanan yang terkontaminasi logam berat timbal, memang susah-susah gampang. Banyak makanan jajanan seperti pisang goreng, tahu goreng dan tempe goreng yang dibungkus dengan koran karena pengetahuan yang kurang dari si penjual, padahal bahan yang panas dan berlemak mempermudah berpindahnya timbal makanan tersebut. Sebagai usaha pencegahan, taruhlah makanan jajanan tersebut diatas piring.

  1. STYROFOAM

Bahan pengemas styrofoam atau polystyrene telah menjadi salah satu pilihan yang paling populer dalam bisnis pangan. Tetapi riset terkini membuktikan bahwa styrofoam diragukan keamanannya. Styrofoam yang dibuat dari kopolimer styren ini menjadi pilihan bisnis pangan karena mampu mencegah kebocoran dan tetap mempertahankan bentuknya saat dipegang. Selain itu, bahan tersebut juga mampu mempertahankan panas dan dingin tetapi tetap nyaman dipegang, mempertahankan kesegaran dan keutuhan bahan yang dikemas, biaya murah, lebih aman, serta ringan. Pada Juli 2001, Divisi Keamanan Pangan Pemerintah Jepang mengungkapkan bahwa residu styrofoam dalam makanan sangat berbahaya. Residu itu dapat menyebabkan endocrine disrupter ( EDC ), yaitu suatu penyakit yang terjadi akibat adanya gangguan pada sistem endokrinologi dan reproduksi manusia akibat bahan kimia karsinogen.

TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DALAM PERTANIAN KHUSUSNYA AGRIBISNIS

Sejalan dengan perkembangan teknologi di era globalisasi ini, maka proses adopsi inovasi dalam pemanfatan teknologi khususnya ICT (Information and Information Technology) , juga semakin cepat. Siapa saja yang paling progresif dalam adopsi-inovasi ICT ini, maka dialah yang memperoleh keuntungan dari aplikasi ICT dibidang pertanian ini. Disini hanya mereka yang mampu menguasai ICT yang dapat memperoleh keuntungan bisnis dibidang pertanian.

Banyak pihak telah menyadari pentingnya teknologi informasi dan komunikasi (TIK) begitupula dampak ICT dalam bidang pertanian. Pihak pemerintah juga sudah merespon dengan cukup bagus. Hal ini dapat dilihat dalam program RENSTRA (rencana strategsis) 2005-2009. Departemen pertanian dalam kebijakan operasional (Anonim, 2005) telah disusun beberapa program yang garis besarnya dapat dikelompokkan menjadi empat yaitu : Pengembangan dan Penyelenggaraan Sistem Informasi dan Statsitik Pertanian, Peningkatan Pemanfatan dan Penyebaran Informasi, Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia dalam Bidang Statistik dan Sistem Informasi, serta Pengembangan dan Penataan Kelembagaan Sistem Informasi.

Keempat kebijakan tersebut menyangkut pemanfatan ICT untuk pembangunan pertanian, meningkatkan kualitas komunikasi diberbagai bidang subsektor pertanian melalui penguasaan dan penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi (ICT) dalam meperkuat daya saing sektor pertanian dalam menghadapi tantangan global. Agribisnis lazimnya didefinisikan sebagai rangkaian kegiatan mulai dari proses produksi panen, pasca panen pemasaran dan kegiatannya lainnya yang berkaitan dengan kegiatan pertanian (Soekartawi, 2003). Karena ICT juga merambah pada kegiaatn pertanian maka munculah istilah e-Agriculture atau e-Agribusiness, yaitu pemanfatan ICT dibidang pertanian atau bisnis dibidang pertanian. e-Agribusiness adalah e-commerce yaitu e (elektronika) dan commerce (perdagangan), maka pengertiannya sebagai kegiatan perdagangan melalui jasa elektronika. Dengan perkembangan teknologi yang begitu pesat, maka penggunaan jasa elektronika dalam perdagangan juga berkembang pesat. Antara lain, audio dan video ke teknologi komputer berkembang menjadi teknologi web atau internet.

Berdasarkan penjelasan sebelumnya, aktivitas bisnis dalam bidang agribisnis atau e-Agribusiness antara lain Business to Business yaitu kegiatan antara pebisnis satu dengan lainnya, Business to Consumers yaitu kegiatan antara pebisnis dengan konsumen, Business to Government yaitu kegiatan antara pebisnis dengan pemerintah, Intra-Organizational, konsumer dapat berkomunikasi antara mereka sendiri. Keuntungan yang dapat diperoleh antara lain mampu mengikuti pergerakan yang cepat dalam pasar global, meningkatkan jalanya organisasi yang efektif dan efesien., mengetahui lebih cepat dimana potensi produsen dan potensi konsumen, meningkatkan pelayanan terhadap pelanggan, menghemat waktu, meningkatkan keuntungan dari lembaga perantara (efisiensi jalur distribusi).

Walaupun demikian , masih terdapat banyak kendala dalam pengunaan ICT dalam bisnis dibidang pertanian antara lain Sisi Infrastruktur ICT yaitu : Konektivitas, tersedianya aliran listrik, tersedianya perangkat keras (hardware seperti komputer dll), Sisi Content yaitu : tersedianya software yang aplikable, sulitnya mengukur atau menginformasikan berbagai produk pertanian (sifat barangnya, sifat segar,dll), Sisi SDMnya yaitu : tidak banyak orang yang dapat memanfaatkan atau mengoperasikan perangkat ICT.
Pemanfatan ICT dalam kegiatan pertanian, memang relatif tertinggal bila dibandingkan dengan kegiatan non-pertanian karena ICT sudah berkembang begitu cepat. Maka para pemangku kepentingan (Stakeholders) juga sudah mulai memanfaatkan keunggulan ICT ini. Pemanfaatan ICT dalam pertanian masih terbatas pada intenfikasi tukar menukar informasi untuk bertransaksi perdagangan produk pertanian. Bagi aktor agribisnis yang progresif, mereka akan memanfatkan keunggulan ICT ini. Berbagai perangkat ICT juga semakin dekat ke produsen dan konsumen, salah satunya adalah membangun berbagai jaringan (network). Oleh sebab itu diharapkan adanya sinergisitas antara keduanya untuk memajukan pertanian Indonesia.

Sumber : Soekartawi

Referensi : Koleksi Artikel

…SENI DALAM BERCOCOK TANAM…

Bercocok tanam membutuhkan seni tersendiri. Tidak semua tanaman dapat begitu saja ditanam campur dengan tanaman lainnya. Kemampuan memahami sifat tanaman, sifat hubungan terhadap tanaman, pergiliran tanaman, musim, jenis tanaman sekitar yang sudah ada harus dipertimbangkan dahulu sebelum akhirnya dikembangkan dalam sebuah seni tanam.

Prinsip yang sangat mendasar dalam pertanian organik adalah keseimbangan alam. Keseimbangan ini dapat tercapai hanya dalam kondisi lahan/kawasan yang beranekaragam jenis tanaman. Bagaimana menciptakan kondisi tersebut dalam lingkungan pertanian (agroekosistem)/kebun budidaya? Salah satu metode yang dapat diterapkan adalah dengan merancang “kombinasi tanaman.” Dalam merancang harus dipertimbangkan faktor-faktor seperti sifat tanaman, musim, pergiliran dan lain sebagainya. Mengapa? Karena faktor-faktor tersebut menentukan pertumbuhan tanaman.

Ketika melibatkan seluruh pikiran, hati dan insting untuk mendapatkan kombinasi yang tepat, petani tidak dapat menghafal saja, namun lebih pada mengerti seluruh faktor yang ada (kenyataan). Disinilah seninya berkebun organik! Karena untuk mengambil keputusan mengenai kombinasi tanaman yang tepat dibutuhkan naluri dan kreasi yang tinggi agar nilai artistik lebih menonjol namun dengan tetap menjaga produktifitas tanaman yang optimal.

Seni tanaman campuran ini akan mencapai puncaknya ketika kita sudah sangat ahli dalam merancang kombinasi dengan metode “relay cropping” atau tanam sisipan dengan berbagai jenis tanaman termasuk tanaman pupuk hijau (semisal crotalaria sp.) karena tanaman sisipan sangat efisien dan efektif sehingga sekaligus dapat menciptakan keanekaragaman tanaman yang mendekati ideal.

Dari sinilah seni bertani akan berkembang, karena petani tidak menghafal melainkan melibatkan seluruh pikiran, perasaan dan intuitifnya.

Penyakit yang Menyerang Darah dan Alat Peredaran Darah

Darah dan alat peredaran darah dapat terserang berbagai penyakit seperti berikut :

a)      Anemia ( kekurangan darah )

Gejala anemia yang mudah dikenali adalah tubuh merasa lemah dan cepat lelah. Kadang anggota tubuh mengalami kesemutan dan jantung berdebar-debar. Penyebab penyakit ini antara lain :

  • Pendarahan akibat kecelakaan atau luka di bagian dalam atau luar tubuh
  • Kekurangan produksi sel darah merah akibat tubuh kekurangan zat besi
  • Berbagai akibat dari penyakit lain, seperti kanker tulang dan berbagai infeksi

Anemia yang tidak parah dapat disembuhkan dengan makan makanan bergizi, terutama yang banyak mengandung zat besi. Pada anemia yang parah, harus dilakukan transfusi darah.

b)      Leukemia

Penyakit ini terjadi karena produksi sel darah putih yang terlalu bnayak. Akibatnya keseimbangan komposisi darah terganggu.

Gejal yang sering menyertai antara lain rasa lelah, lemah, dan kurang nafsu makan. Lama kelamaan timbul nyeri di tulang dan terjadi pendarahan di kulit dan di bagian tubuh lain.

Penderita penyakit leukemia harus mendapat perawatan yang baik di rumah sakit.

c)      Hipertensi ( tekanan darah tinggi )

Penyakit ini ditunjukkan dengan tingginya tekanan darah jika diukur dengan alat pengukur tekanan darah ( tensimeter ). Penyakit ini dapat mengakibatkan timbulnya penyakit lain seperti jantung, pembuluh darah otak, dan ginjal. Gejala yang timbul antara lain :

  • Terasa nyeri di kepala
  • Jantung berdebar-debar
  • Sesak nafas saat melakukan pekerjaan berat
  • Badan lemah dan kepala pusing

Orang yang terkena penyakit ini tidak boleh mengonsumsi garam. Selain itu penderita perlu pergi ke dokter untuk mndapatkan pengobatan.

d)      Penyakit jantung bawaan

Penyakit ini sudah diderita sejak bayi masih dalam kandungan. Penyakit ini biasanya berupa kelainan pada katup jantung. Akibatnya darah yang mengandung karbon dioksida bercampur dengan darah yang mengandung oksigen.

Gejalanya antara lain penderita sering menderita infeksi pada saluran pernafasan. Selain itu, pertumbuhan fisiknya terganggu, yaitu tubuhnya lebih kecil dibandingkan dengan orang sehat. Penyakit ini biasanya diatasi dengan melakukan operasi.

e)            Pembuluh nadi mengeras

Penyakit ini berup dinding pembuluh nadi mengeras atau menebal. Hal-hal yang menyebabkannya antara lain kelbihan zat kapur, lemak, kolesterol, dan gula dalam tubuh.

Penyakit ini dapat menyebabkan penyakit jantung, pendarahan otak ( stroke ), dan nyeri di tungkai.

Untuk mencegah penyakit ini, kita harus mengurangi makanan berlemak tinggi, terutama dari hewan. Berat badan yang berlebih juga harus dikurangi dengan melakukan diet yang diawasi dokter.